Malam ini, aku kepikiran sesuatu. Sesuatu itu ya apalagi kalau bukan masalah perasaan dan seseorang. Mungkin sudah dari lama. Namun, timing nya yang ga pernah pas. Sampe sekarang juga gitu.
Dia bukan pacarku yang kupacari hampir 3 tahun ini. Melainkan orang lain yang kukenal di sosmed sejak sekitaran 2015 yang lalu. Sudah lama dan belum pernah sama sekali kita bertatap muka. Aneh yaa hehe
Dibilang aneh, yaa gak aneh juga si, mungkin banyak juga yang mengalamani hal yang sama kaya aku, atau bahkan ada yang lebih lama. "Ah, sudahlah itu hanya masalah waktu." Dulu aku selalu berpikiran sepele karena mungkin kita tidak saling mengenal satu sama lain.
Di tahun 2021 ini aku memutuskan untuk resign dari tempat kerjaku dan memutuskan untuk bekerja di kampung halamanku. Aku sama sekali tidak berfikiran tentang dia sedikitpun, yang sedang kupikirkan saat itu hanyalah "aku akan LDR dengan pacarku, apakah aku bisa melakukannya? Apakah dia selingkuh saat aku jauh? Apakah aku bisa bertahan bersamanya dengan hanya mengandalkan komunikasi virtual?." Itu itu itu dan itu, yaaa duniaku dulu adalah pacarku. Lanjut ke dia, oiya aku kasih inisial L.
Dari 2015 itu, saat itu aku masih SMA. Memang dari profilnya L ini lumayan tampan dan lagi dia itu orang jawa. Kenapa emang dengan orang jawa? Yaaa ibuku bilang orang jawa itu halus, pekerja keras, dan bertanggung jawab. Entahlah, memang dulu aku sempat suka sama L tapi ya hanya sebatas suka aja gak ada perasaan ingin pacaran atau gimana. Mungkin hanya sebatas menghargai pertemanan. Dan lagi, saat itu dia sudah memiliki pasangan hehe.
Tapi, aku tidak yakin pasti aku mengenalnya entah karena temanku atau dia ngeinvite aku dahulu. Aku lupa :) dan bahkan seingatku, aku dan temanku pernah suka sama dia hahahaha (terkadang aku berpikir kenapa aku bisa suka dengan orang yang belum kutemui). Aku menikmati masa-masa itu. Mungkin temanku tidak, hehe. Tentu saja mungkin dia jengkel denganku karena menyukai cowok yang sama.
Aku dan L nggak selalu komunikasi, karena kami memiliki kesibukan masing-masing. Oh iya, L lebih muda setahun dariku btw hehe. Tapi, kami selalu bertukar sosial media yang kami punya. Maka dari itu sampai saat inipun kami masih bisa berkomunikasi. Tapi ujar L dia sudah tidak berkomunikasi lagi dengan temanku. Tapi, dia masih memiliki pertemanan di salah satu akun sosmednya. Syukurlah setidaknya tidak hilang seiring berjalannya waktu.
Aku nggak tau, walaupun ngga sering kita berkomunikasi tapi aku rasa kita cukup dekat. Dengan bercanda tapi menyinggung masalah perasaan. Dan selalu, Timingnya gak tepat. Ketika dia memiliki pasangan, aku tidak. Begitupun sebaliknya. Aku menduga kalau kita memang tidak berjodoh untuk menjadi pasangan. Kita hanya cukup berteman baik saja. Hanya pikirku saja. Tapi, beberapa bulan ini setelah aku memutuskan untuk pulang ke rumah, menjalin hubungan LDR dengan pacarku. Aku malah semakin dekat dengannya. Yaa sedekat itu kita sekarang.
Aku berpikir apakah karena hubunganku dengan pacarku sedang renggang bisa terjadi hal seperti ini? Apa ini cobaan untuk hubunganku? Atau kah aku tidak bisa setia dengan pacarku? Apa aku sejahat itu? Dan banyak sekali pertanyaan seputar itu di kepalaku. Akhir Februari itu kita mulai intens, chatting mulai nggak biasa lagi dan makin lagi aku merasa seperti aku adalah orang belagu, orang bodoh, dan egois. Sampai saat ini aku masih belum bertatap muka dengan L. Tapi, mengapa aku menjadi seperti ini terhadapnya? Apa aku mengharapkan lebih darinya setelah kita mempertahankan pertemanan kita? Aku tidak akan mencari pembelaan.
Sampai di akhir Maret, dia menyatakan padaku "will u be myvirtual gf?". Saat itu memang keadaannya sedang bercanda tapi aku malah membalasnya dengan "ya, mari lakukan". Ada apa denganku? Apa aku belum sedewasa itu? Aku tertarik dengannya :( yaa, aku merasa nyaman dengannya. Aku menceritakannya pada temanku dan juga mengenal L. Aku nggak tau perasaannya seperti apa namun, dia menasehatiku agar aku lebih berpikir jernih dan bisa memilih antara pacarku atau L. Tentu kala itu aku dengan semangatnya memilih L, karena keadaan saat itu sangat tidak baik dengan pacarku. Aku menjalaninya sampai saat ini. Apakah ini selingkuh? Sampai saat ini aku belum bisa memutuskan untuk bergantung kepada siapa. Aku menjalaninya, menjalani dengan kedua lelaki yang berbeda.
Belakangan L tidak selalu mengabariku, begitupun aku yang tidak terlalu berharap banyak padanya. Akupun mengerti, kita sama sekali belum pernah bertatap muka langsung. Kita sudah berteman lama namun masih banyak yang belum kita ketahui satu sama lain. Aku menghargainya. Lalu apa yang aku dapat saat ini? Entah akupun merasa bingung dan sedikit menjauhinya. Memang terdengar singkat, tapi aku merasa sesak. Kenapa ini terjadi padaku. Aku sekarang malah berharap padanya setelah aku menjauhinya? Aku egois, yaa masih saja egois. Aku ngga tau apa yang harus aku lakukan, aku butuh pacarku tapi aku membutuhkan L juga. Harusnya aku bisa memilih. Aku harus terima konsekuensinya. Tapi aku memilih untuk tidak meninggalkan keduanya. Ini menyakitiku. Aku membuat diriku sakit. Dear pacarku, tidak ada pembelaan dariku. Aku hanya ingin meminta maaf kepadamu, maaf telah mengecewakanmu. Dan untuk L aku harap setidaknya jika suatu saat kita tidak bersama kita masih bisa berteman seperti yang lalu, maaf untuk egois menjadikanmu sebagai selingkuhan. Aku tidak yakin kamu bersifat seperti itu. Itu karna aku yang salah.